Senin, 18 Januari 2016

Rinduku untuk Mama

Posted by sarah wulan dini at 00.31 0 comments
Sebenarnya aku bukan hendak mengeluh atas kepergianmu Mama… 
Karena aku yakin ini telah menjadi suratan takdir-Nya.
Akupun yakin Allah lebih menyayangimu melebihi rasa sayangku atau siapapun yang menyayangimu.
Engkau telah tidur di alam keabadian dan meninggalkan kami yang masih berada di dunia
Yang tertinggal hanyalah cerita mengenai sosokmu yang pernah berada di sisi kami terutama aku

Setiap helaian nafaskupun namamu terus menerus menyelinap yang mengantarkan ku pada suatu ingatan kondisi saat bersamamu
aku sangat merindukanmu dan benar-benar merindukanmu

Sampai saat ini aku merasa asing dengan keadaan dan situasi ini. 
Rasanya semua hanya seperti mimpi panjang dalam tidurku.
Dan aku sangat ingin terbangun dari mimpi ini.
Bidadari yang cantik tangguh dan hebat itu kusebut Mama          

Seketika rasanya tak akan ada lagi kebahagiaan kecuali bersamamu, rasanya takdir ini kejam sekali, karena telah memisahkan kita. 
Setiap kali merindukanmu aku hanya dapat menangis karena dengan cara itu aku bisa merasakan kehadiranmu di tengah-tengah kesakitanku akan kehilanganmu.

Belum sempat aku melihatmu tersenyum bangga melihat pencapaianku
Rasanya seketika kebahagiaan dalam diriku sirna
Tak ada alasan yang kuat lagi untuk bahagia, yang ada hanya perasaan yang berontak tiap harinya
Rasanya terlalu sebentar aku mengenal sosokmu

Sekuat apapun aku meyakinkan diri bahwa kepergianmu adalah cara terbaik Allah untuk membahagiakanmu. 
Saat itu pula air mata ini mengalir deras. Tubuhku serasa tak berada pada tempatnya, hatiku serasa kosong melompong tanpa isi
Aku mengerti ini telah menjadi ketentuan bahwa setiap yang bernyawa akan meninggal
Pada akhirnya inilah waktunya engkau meninggalkanku

Aku terkadang iri melihat mereka yang masih bisa tersenyum bahagia bersama Mamanya.. Yang masih bisa mencium Mamanya, memeluk mamanya, makan bareng mamanya,jalan bareng mamanya,bercerita tentang semua kepada mamanya... Tapi aku?? Aku hanya bisa menangis melihat mereka bahagia,aku terbawa masa lalu saat indah bersama Mama...

Ma.. bathin ini begitu sakit !!
Terlalu sakit untuk mengingatmu ma :'( , terkadang aku meminta sama Allah untuk mempertemukan kita secepatnya di surga sana... Tapi ntah mengapa Allah tak mendengar doaku... Sekarang aku hanya tinggal bertiga sama kakak dan ayah ma,kami kesepian setelah kepergian mama...
Tetapi kami akan tetap bertahan dan terus melemparkan senyum kepada orang-orang yang merasa iba kepada kami,kami hanya tak ingin mereka masih melihat kesedihan di wajah kami ma.. Kami sebagai orang-orang yang sayang  kepadamu akan selalu tetap mendoakanmu dari sini,dan kamu pun pasti melihat kami disini dari atas sana...

Terimakasih Ma, terimakasih untuk segalanya.
beribu terimakasih dengan segala pengorbanan didetiap tetes keringat mama,
tanpa sedikitpun mama pernah mengungkit atau meminta balasannya,
Terimakasih ma, 
Karena Mama, aku tumbuh menjadi pria yang lebih dewasa, 
aku janji akan aku jaga seluruh amanah mama,
aku buktikan aku bisa menjaga segalanya, untuk menjaga tiga jiwa
aku, kakak dan ayah...

Ma... 
Insya Allah suatu saat nanti kita akan berkumpul di alam keabadian itu 
Ya Allah, sertakan selalu Mama di setiap perjalananku. 
Hadirkan dia dalam setiap langkahku untuk mewujudkan cita-cita yang telah saya janjikan untuknya, 
Hadirkan dia dalam setiap mimpi dalam tidur ku.
Tempatkan dia di surga terbaikmu bersama orang-orang beriman
Sayangi dia sebagaimana aku, ayah dan kakak menyayanginya...
Peluk dia erat seerat-eratnya Ya Allah jangan biarkan dia bersedih
Dan jaga dia untukku Ya Allah, Selamat jalan bidadariku yang ku sebut Mama

Aku ikhlas menjalankan segala amanahmu
Aku ikhlas untuk keadaan dan yang aku jalani sekarang ini
Aku ikhlas, Insya Allah aku ikhlas
bantu aku dari jauh ya Ma.

Terimakasih Ya Allah engkau telah titipkan aku pada rahim seorang wanita yang sangat hebat yang ku panggil Mama, sampaikan sejuta permohonan maafku ketika masih ada salah yang belum sempat ku sadari…
Sampaikan salam sayang, salam rindu dan salam perpisahan panjang untuknya dari ku, Selamat jalan Mamaku sayang
Engkau dari-Nya dan kembali pada-Nya



Untuk sahabatku, dengan tetesan airmata kerinduannya ...

Selasa, 10 November 2015

Malu oleh Badai

Posted by sarah wulan dini at 16.14 1 comments
Sesuatu yang kecil bisa menyelinap dan menghancurkan dari dalam. Dan yang paling menakutkan adalah, semuanya terjadi tanpa sempat kamu sadari.

Ironis rasanya mengetahui bagaimana seorang manusia bisa dengan percaya diri dan mudahnya melewati sebuah badai yang besar. Namun dalam waktu yang sama mengetahui ada beberapa pasang manusia yang bisa hancur hanya karena kerikil kecil.

Sepasang manusia yang akhirnya rela saling melepaskan genggaman tangan hanya karena ancaman kerikil kecil, padahal sebelumnya pernah melewati puluhan badai yang luar biasa besarnya berdua. Logikanya, sepasang manusia yang berhasil melewati badai berdua atas nama cinta pasti lebih bisa melewati kerikil kecil. Namun sekali lagi, cinta seringkali tak sejalan dengan logika.

Badai yang besar harusnya malu kepada kerikil kecil. Dan sepasang manusia yang kehilangan cinta hanya karena kerikil kecil, akan tertutup mukanya oleh pasir yang terbawa angin badai.

Aku tak ingin malu di depan badai dan kerikil, beserta pasir yang senantiasa menyertai mereka.

Sebuah cinta, semestinya lebih digdaya dari badai dan kerikil yang melanda.

Kepada kamu, genggam tanganku. Kita lewati badai, kita langkahi kerikil.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Inikah rasanya jarak?

Posted by sarah wulan dini at 08.15 0 comments
Jarak sejauh ini tak mampu membuat kita berbuat dan bergerak lebih banyak. Seakan-akan aku dan kamu tak punya ruang untuk saling  bersentuhan juga saling menatap. Rasanya menyakitkan jika keterbatasanku dan keterbatasanmu menjadi penyebab kita tak banyak tahu dan tak banyak bertemu. Setiap hari, kita menahan rindu yang semakin menggebu dan tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa? Melalui jarak ratusan kilometer?

Aku menghela napas, membayangkan jika kamu bisa terus berada di sampingku dan merasakan yang juga kurasakan. Maka mungkin tak akan ada air mata ketika hanya tulisan dan suara yang bisa menguatkan kita. Maka tentu saja tak akan ada ucapan rindu berkali-kali yang terlontar dari bibir kita, ketika perasaan itu semakin membabibuta.

Apakah yang kita pertahankan selama ini? Apakah yang kita andalkan sejauh ini? Sekuat apakah perasaan cinta kita? Menahan dan mempertahankan, dan kadangkala memicu pertengkaran. Tapi... itulah manisnya jarak, ia membuat kita saling menyadari, tak ada cinta tanpa luka, tak ada cinta tanpa rindu.

Sayang, apalah arti ratusan kilometer jika kita masih mengeja nama yang sama? Apakah arti jauhnya jarak jika aku dan kamu masih sangat mungkin mempertahankan semuanya? Kita jarang saling bergenggaman tangan, jarang sekali berpelukan, dan sangat jarang saling berpandangan. Namun, percayalah, sayang, tak saling bersentuhan bukan berarti cinta kita punya banyak kekurangan.

Apa yang kucari dan apa yang kamu cari? Tak ada, kita masih meraba-raba apa itu cinta dan bagaimana kekuatan itu bisa membuat kita bertahan. Rasa cemburu, rasa ragu, dan rasa rindu sebenarnya adalah pemanis. Tidak ada hal yang sangat berat, jika kita melalui berdua; melewatinya bersama.

Selama bulan yang kita lihat masih sama, selama sinar matahari yang menyengat kulit kita masih sama hangatnya, maka pertemuanku dan kamu masih akan tetap terjadi.

Jarak hanyalah sekadar angka, jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama.

Selasa, 08 September 2015

Hi My Past

Posted by sarah wulan dini at 01.27 0 comments
Hai masa lalu,  Tidak, aku hanya ingin menyapa. Hmmm .... Berdebukah kau? Maaf aku semakin jarang mengunjungimu. Aku disibukkan dengan masa kini dan impian masa depan. Tenang saja, aku takkan melupakanmu. Aku hanya mungkin jarang menengokmu.

Hai masa lalu. Aku hanya ingin menyapa. Terimakasih pernah ada . Terimakasih pernah menjadi bagian dari perjalananku. Sedih pun bahagia kisah mu menjadi penguat langkahku dimasa kini. Bukankah masa kini adalah hasil rentetan perjalanan masa lalu? Maka itu aku berterimakasih. 

Hai masa lalu. Aku pernah jatuh, aku perah sakit hati. Tapi sudah kusimpan semua cerita dalm sebuah kotak kenangan yang kunamakan masa lalu. Ya kamu, ruangmu mungkin kini gelap, aku pasti akan sering kembali melihat ruangmu, namun hanya sebentar. Aku takkan lama-lama, sekedar melihat lagi seperti apa jalan yang kulalui dulu agar aku bisa belajar lagi jika saja masa kiniku aku lupa atau mungkin lalai menjaga langkah.

Hai masa lalu. Lihatkah kau bagaimana aku dimasa kiniku? Bagaimana menurutmu? Semoga kau bangga. Sebab apapun yang kucapai, adalah karena semua pelajaran dimasa lalubegitu membekas dan mampu membentukku.

Hai masa lalu. Mari berdamai. Aku akan belajar mendewasa. Menjadi lebih tangguh dimasa kini sebagai penguat langkahku. Dan mantap kisahku dimasa depan. 



Jumat, 21 Agustus 2015

Analisis Pengujian Chip Gunadarma2 Pada Rangkaian ADC Pipeline 3 Bit .

Posted by sarah wulan dini at 02.51 0 comments
Skripsi. Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma, 2015
Kata Kunci : ADC Pipeline 3 Bit, CMOS C35B4C3, Gunadarma2, Mentor Graphics, PLCC68.

( xiii + 41 + Lampiran)

Teknologi CMOS dapat juga digunakan untuk disain analog dan rangkaian RF sehingga banyak chip yang dikembangkan dengan sistem komplek dengan bantuan CAD (Computer Aided Design). Pengembangan teknologi komponen terpadu (VLSI) semakin pesat dengan ukuran semakin kecil (saat ini telah sampai pada teknologi 14nm) dan memungkinkan pengembangan SOC (System On Chip) untuk peralatan multimedia. Tujuan pengujian ini adalah untuk memeriksa kinerja chip CMOS Gunadarma2 dengan teknologi C3B4C35. Metode yang digunakan pada pengujian chip ini dengan pengujian alat dan pengujian visual melalui software CAD. Software yang dipakai untuk pengujian adalah Mentor Graphics. Pengujian visual pada mentor graphics dilakukan karena hasil pengujian alat tidak sesuai dengan teori. Pengujian visual dengan memeriksa kesalahan yang terdapat pada layout chip. Pemeriksaan pada layout chip meliputi pemeriksaan jalur koneksi dan konektor yang dipakai serta jalur VDD dan Ground yang dipakai oleh ADC Pipeline 3 Bit dalam chip ini. Dari hail pemeriksaan layout chip terdapat satu kesalahan yang menyebabkan chip tidak dapat berfungsi, yaitu jalur VDD dan Ground yang tersambung dalam satu pin. Kesalahan ini terdapat pada rangkaian ADC Single Slope sehingga kesalahan tersebut dapat mempengaruhi kinerja dari rangkaian ADC lain yang terdapat dalam chip CMOS Gunadarma2 dengan teknologi C3B4C35.

Daftar Pustaka (2013-2015)

Dear P.

Posted by sarah wulan dini at 00.57 0 comments
Ya mungkin smua orang melihat kita ini pasangan yang aneh...
"Satu gendut bgt, satu kurus bgt", atau
"Cewenya jelek, cwonya baby face", atau
"Cwenya cantik ya, masa cwonya gendut gitu kan jelek, ga cocok"... aaahhhh I don't care with them. No matter what people said..
Tak peduli dengan semua gunjingan itu, fisik kita memang aneh, tp justru keanehan itu yang buat gue nyaman ...
Dia adalah sosok pria yang membuat gue belajar setia, belajar memperjuangkan, belajar menghargai perasaan orang, dan belajar mencintai dengan tulus...
Dengan hobby yang berbeda,  Gue adalah sosok perempuan yang bodo amat, yang sukanya baca buku, nonton film, dan ga suka game, yaaa ampuunn ada orang ga suka main game? Ya itu gue ...
dia keranjingan game (khususnya dota, I hate that game) dan cuek bgt... tp dia pribadi yang tekun, yang tidak gampang nyerah dalam hal apapun, termasuk buat mendapatkan gue ... yaa guee...
Dia perlu waktu 2thn nunggu gue, agustus 2012 dia yang gue cinta, tp gue malah jadian sama orang lain. aaahhh Bodoh sekali gue, seharusnya bisa sabar menunggu dia untuk menyatakan perasaan, tp malah terima lelaki lain... 2thn gue ngejalanin hubungan dengan si A yg kurang ajar itu, tp dia masih setia nungguin gue... sampai akhirnya gue pilih dia sampai sekarang dan ga akan pernah berpaling lagi...
Dia yang sangat takut kehilangan gue, tp dia pernah bilang "kalo seandainya nanti kamu pacaran atau dilamar sama orang yg lebih baik daripada aku, aku ikhlas kok yank, tp aku sangat takut itu terjadi" ... ya itu kata2 terbullshit yang pernah gue denger ... tp memang terbukti, dia ikhlas gue jatuh cinta smaa cwo yg menurut dia lebih baik drpada dirinya, dia bisa nahan sakit hati itu. tp disaat gue jauh dr cwo itu, dia kembali lg sama gue... itulah hal yg buat gue jatuh cinta dgnnya...
Alhamdulillah... Beruntungnya gue dipertemukan dan jatuh cinta dengan dia...
gue sadar gue ini seperti apa, cwe belagu yang gampang termakan rayuan dr lelaki yang blablabla ... "aku janji sama km yank, ga akan mau bohongin kamu -lagi-, akan slalu jaga perasaan kamu sampai tiba saatnya nanti kita menjadi pasangan yang #HALAL ... Mudah2an Allah punya rencana baik untuk kita ndut ... Aamiin"
I LOVE YOU MORE AND MORE :p

If my life were to be a book, I'd definitely find your name on the last page, cause you make a great ending to my life's story. Aamiin




THANKS FOR BEING THERE


Thanks for being, you,

Thanks for correcting me when I was wrong,
Thanks for helping me follow the guidelines to survive,
Thanks for helping me try and cope with people around,
Thanks for giving me the courage to stand up on my own.

Thanks for all the advices,
Thanks for lending me your ears when I was upset,
Thanks for teaching me ways to hold on to the end,
Thanks for the love and care you showed.

Thanks for the wishes you have for me,
Thanks for the prayers you pray for me daily,
Thanks for the candles that you lit for me,
Thanks for the appreciation,
Thanks for not keeping a fence between,
Thanks for the confidence you have in me.

So, after all i just wanna say it with the simplest form, thankyou for everything Ndut :}

Minggu, 15 Februari 2015

Aku Rindu Kamu yang Dulu

Posted by sarah wulan dini at 23.04 0 comments
Setelah pertengkaran kita semalam, rasanya aku masih belum paham, pria macam apa yang dulu bisa begitu kucintai. Aku tidak pernah melihat kamu yang seperti ini. Kamu yang tak peduli, kamu yang mengucapkan janji setengah hati, kamu yang selalu marah setiap kali kutanya siapa wanita-wanita itu, kamu yang tak pernah mau jelaskan dan menjawab pertanyaanku, dan kamu yang kali ini tidak lagi kukenali. Aku tidak tahu siapa pria yang kali ini membalas pesan singkatku, pria yang begitu mudah berkata putus, kemudian mengeluarkan makian, lalu menonaktifkan ponsel tanpa memberikan penjelasan apapun.

Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanmu dan melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia jadi tempat curahan hatimu, tempat kamu membentak seluruh isi dunia, tempat kamu membenci hari-hari. Aku berusaha sekuat mungkin jadi dinding kokoh yang kau ludahi, kau coret-coret, kau kotori tanpa aku memakimu balik. Apakah kau tak melihat kesabaran hati seorang perempuan dari semua sikapku yang selalu menahan diri untuk tak menangis di depanmu?

Kamu tak lihat air mataku, tak lihat juga seberapa parah lukaku selama ini. Aku tak pernah berusaha berteriak seperti kamu selalu meneriakiku, tak ingin memaki dengan bahasa kasar, tak mau melukaimu seperti kamu selalu melukaiku. Sebutkan padaku, Sayang, perempuan mana yang rela berdarah-darah untukmu selain ibumu dan aku? Perempuan mana yang ada bersamamu bahkan dalam sakit dan lemahmu jika bukan ibumu dan aku? Apakah perempuan lain yang selalu kau datangi dan kau cumbu itu bisa bertahan denganmu bahkan dalam keadaan terburukmu? Apakah perempuan lain yang selalu membuatku harus bersabar lebih banyak lagi ada perempuan yang pantas kau datangi? 

Sayang, sadarlah, suatu saat nanti perempuan jalang yang kau cumbu meskipun hanya lewat kata itu akan pergi, mengisap habis seluruh kekuatan dan dayamu, pada akhirnya kamu akan terseok-seok berjalan ke arahku. Namun, masa itu belum datang, Sayang. Saat ini, kamu hanya melihatku sebagai perempuan ingusan yang bahkan belum lulus kuliah. Perempuan egois, labil, cabe, emosi, tak tahu diri yang hanya ingin dikabari sepanjang hari. Sayang, kamu melihatku hanya dari sisi yang paling kau benci. Kau belum paham bahwa perempuan yang takut kehilangan kamu adalah perempuan yang sangat mencintaimu. Masa itu akan datang, Sayang, saat aku tak lagi memedulikanmu dan kamu bersungut-sungut memintaku pulang.

Kali ini, biarkan hatiku teriris sendiri. Biarkan aku yang terluka parah, biarkan aku yang  menangis diam-diam sekarang. Tapi, lihatlah nanti, Sayang. Suatu saat nanti, air mataku berubah jadi senyum tak berkesudahan. Aku sebenarnya tahu apa yang harus kulakukan, pergi meninggalkanmu, melupakanmu, dan menganggap semua tak pernah terjadi. Namun, sekarang aku masih sabar untuk menghadapimu, aku masih ingin memberimu kesempatan untuk yang ke beribu kali. Jika kesabaranku ini masih ingin kamu sia-siakan, mungkin jalan terbaik memang harus pergi. Karena kamu bukan lagi pria yang kukenal seperti dulu lagi, bukan pria manis yang kucintai karena ketulusan dan keramahannya.

Kini, kamu adalah pria kasar yang tak segan-segan mengeluarkan kata makian, hujatan, dan kata-kata lain yang menusukkan jarum-jarum kecil di hatiku. Kamu berubah jadi pria lain, pria egois yang selalu ingin dimengerti kesibukkannya, dan membiarkan aku menunggu sabar tanpa melawan ataupun membuka suara. Aku tak tahu mengapa perjuanganku hanya kauanggap angin lalu. Apa matamu tak terbuka untuk menyadari siapa perempuan yang selama ini jatuh bangun hanya untuk mencintaimu?

Biarlah waktu yang membuatmu sadar, Sayang. Biarkan aku yang hanya kauanggap angin lalu ini pergi pelan-pelan dari hidupmu. Beri aku kesempatan untuk menghirup udara bebas dan tak lagi menangisi sikap cuekmu selama ini. 

Permintaanku tak banyak, aku hanya ingin kamu yang dulu kembali lagi ke masa kini. Entahlah.... rasanya aku sangat ingin kamu yang dulu. Kamu yang lugu, polos, dan selalu takut kehilangan aku. Aku rindu kamu yang dulu.




untuk yang selalu ada dalam doaku

yang selalu percaya, cinta yang kurasa


hanya bualan belaka
 

Sekedar Guratan Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei