Hai masa lalu, Tidak, aku hanya
ingin menyapa. Hmmm .... Berdebukah kau? Maaf aku semakin jarang mengunjungimu. Aku
disibukkan dengan masa kini dan impian masa depan. Tenang saja, aku takkan
melupakanmu. Aku hanya mungkin jarang menengokmu.
Hai masa lalu. Aku hanya ingin menyapa.
Terimakasih pernah ada . Terimakasih pernah menjadi bagian dari perjalananku.
Sedih pun bahagia kisah mu menjadi penguat langkahku dimasa kini. Bukankah masa
kini adalah hasil rentetan perjalanan masa lalu? Maka itu aku
berterimakasih.
Hai masa lalu. Aku pernah jatuh, aku perah
sakit hati. Tapi sudah kusimpan semua cerita dalm sebuah kotak kenangan yang
kunamakan masa lalu. Ya kamu, ruangmu mungkin kini gelap, aku pasti akan sering
kembali melihat ruangmu, namun hanya sebentar. Aku takkan lama-lama, sekedar
melihat lagi seperti apa jalan yang kulalui dulu agar aku bisa belajar lagi
jika saja masa kiniku aku lupa atau mungkin lalai menjaga langkah.
Hai masa lalu. Lihatkah kau bagaimana aku
dimasa kiniku? Bagaimana menurutmu? Semoga kau bangga. Sebab apapun yang
kucapai, adalah karena semua pelajaran dimasa lalubegitu membekas dan mampu
membentukku.
Hai masa lalu. Mari berdamai. Aku akan
belajar mendewasa. Menjadi lebih tangguh dimasa kini sebagai penguat langkahku.
Dan mantap kisahku dimasa depan.



