Minggu, 10 November 2013

Aku Memilihmu

Posted by sarah wulan dini at 03.56 1 comments

Aku tau banyak diluar sana hati yang mungkin bisa saja menjadi penopang saat aku jatuh. Hati yang juga mungkin bersedia menemani sepiku. Yang bersedia berlarut kebahagiaan dan kesedihan bersamaku. Yang bersedia berbagi segala yang ia punya padaku.

Aku memilihmu dengan apa saja resiko yang akan ku hadapi nanti. Aku memilihmu karena aku percaya. Rasa tak pernah salah dalam mengeja. Meski ia tak selalu benar dalam memperhitungkan luka. Tak apa, bagiku memilihmu selalu mampu memulihkan. Kau obat atas segala nyeri di sudut hati, walau kadang, tak jarang kau juga yang menjadi sebab rindu yang merangkul sepiku.

Aku memilihmu atas segala rasa di dada. Mengabaikan segala kalimat manusia yang melemahkanku. Aku memilih buta. Aku memilih tuli. Aku memilih tak peduli pada ejaan manusia yang hanya ingin aku tanpa kamu.

Memilihmu adalah hal yang ingin ku kenang sebagai keputusan terbaik. Meski nanti yang aku dapat tak selalu hal-hal yang baik. Tak apa. Memilihmu akan selalu menyenangkan. Meski juga menggenangkan.

Bila akhirnya apa yang aku pilih tak juga membuat pulih. Dan aku akan tetap tersenyum meski perih. Setidaknya aku bahagia, pernah mencintaimu, dan pernah memilihmu. Meski tak memulihkanku.

Kesini, dekatkanlah telingamu. Aku ingin bercerita beberapa hal kepadamu, tentang dirimu, dan kenapa aku memilihmu. Untuk bisa menjadi pantas mendampingimu.

Kau tau? Bagiku kau adalah lelaki yang meneduhkan. Kau adalah lelaki yang membuatku merasa utuh, meski kadang tak jarang hujan pun meruntuh di dadaku. Saat cinta yang ku jaga ternyata tak kau rasa. saat rindu yang ku punya hanya terpendam dan menua.

Sekali lagi bagiku kau adalah lelaki yang meneduhkan. Meski kita telah jarang bertemu. Kau sibuk dengan duniamu dan aku sibuk dengan rinduku. Kau berjalan dengan segala senyummu, aku berjuang untuk membuatmu kelak percaya. Aku adalah wanita yang pantas bersamamu.

Di dadaku masih selalu mengalir rindu, menujumu dan tak pernah merasa jemu. Karena bagaimanapun kamu, sekali lagi, bagiku kau lelaki yang meneduhkan.

Bagiku mencintaimu tak pernah melelahkan. Karena aku percaya saat mencintai, kita hanya perlu memberi hati, tanpa perlu berharap lebih dari apa yang kita beri. Aku memberikan hatiku padamu, dan aku tau, kau belum tentu membalas hati padaku. Namun tak mengapa, karena begitulah mencintai sesungguhnya.





 

Sekedar Guratan Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei