"Aku lelah menjadi seseorang yang bukan diriku
sendiri. Aku lelah menjadi seseorang yang bahkan tak kukenali sama
sekali."
Aku hanya bisa mematung seusai mendengar vonis dokter
yang saat ini masih tak kupercayai realitanya. Aku hanya bisa mematung dan
berpikir, aku mencoba menyelami labirin-labiran dalam otakku yang semakin rumit
dan tak kumengerti. Aku mencoba mengungatkan langkahku dan menegakan ketegaran
hatiku. Tapi, aku muak untuk terlihat menjadi kuat! Aku muak berpura-pura
menjadi seseorang yang terlihat kuat! Aku lelah harus terus terlihat
seakan-akan aku percaya bahwa aku segera sembuh, bahwa aku dituntut agar tidak terlihat
lemah karena penyakit yang masih saja menggerogoti tubuhku. Aku lelah
berpura-pura dalam kesakitanku. Aku lelah dalam kepalsuan. Aku ingin menangis
tapi nyatanya aku hanya bisa menyembunyikan air mataku.
Aku iri dengan mereka yang bisa tersenyum bahagia
tanpa kepalsuan. Aku iri dengan mereka yang bisa berlari dan bergerak bebas
dalam sandiwara yang skenarionya telah dipersiapkan Tuhan. Aku ingin seperti
mereka yang menghabiskan waktunya tanpa khawatir akan hadirnya kematian yang
bisa saja menghampiri mereka tiba-tiba. Aku ingin seperti mereka! Aku ingin
menjadi pelakon dalam sandiwaraku sendiri, aku ingin menjadi pemeran utama
dalam sandiwara yang Tuhan izinkan terjadi itu. Tapi, nyatanya, aku hanya
menjadi seorang penonton! Aku hanya bisa menunggu
datangnya kematian!
Kalau manusia diizinkan untuk marah dengan takdir yang
Tuhan rancang, mungkin aku akan terus menjadi pemarah yang tidak henti-hentinya
merapal kata-kata kekesalanku pada Tuhan. Kalau manusia berhak untuk merancang
takdirnya sendiri, aku pasti mampu merancang kebahagiaanku sendiri, dengan
kekuatanku sendiri, dengan kemampuanku sendiri. Tapi, inilah aku dalam
keterbatasanku. Aku hanya bisa diam! Aku hanya bisa duduk memperhatikan! Aku
hanya bisa melakukan kepalsuan! Aku hanya bisa bahagia walau dalam
kepura-puraan.
Aku hanya ingin
sembuh, Tuhan. Aku hanya ingin helaan nafasku tidak berhenti secepat ini. Aku
lelah menjadi seseorang yang bukan diriku sendiri. Aku lelah menjadi seseorang
yang bahkan tak kukenali sama sekali. Aku lelah menahan sakit. Tuhan,
bisakah sekali lagi kita bercakap dalam doa? Aku masih belum siap bercakap
denganMu secara langsung, akan kujelaskan padaMu bahwa aku masih butuh waktu.
Aku belum siap Kau jemput. Beri aku waktu, Tuhan.




1 comments:
Bagus ka kata katanya :') aku jadi terharu hehe :')
Posting Komentar