Rabu, 30 Oktober 2013

Arti Kesepian

Posted by sarah wulan dini at 22.27

Ini bukan yang pertama, duduk sendirian dan memerhatikan beberapa tulisan yang berlalu lalang, setiap abjad yang tersusun dalam kata terangkai menjadi kalimat dan entah mengapa sosokmu selalu berada disana, berdiam dengan tulisan yang sebenarnya enggan ku baca dan kudefiniskan lagi. Ini bukan yang baru bagiku duduk berjam-jam yanpa merasakan hangatnya perhatianmu melalui pesan singkat. Kekosongan dan kehampaan telah berganti wajah sejak tadi, namun aku tetap menunduk, mencoba tak memedulikan keadaan, karena jika aku terlalu terbawa emosi, aku bisamati iseng sendiri.

Tentu saja kamu tak merasakan apa yang kurasakan juga tak memiliki rindu yang tersimpan rapat-rapat. Aku sengaja menyembunyikan perasaan itu, agar kita tak lagi saling menunggu. Bukankah dengan berjauhan seperti ini semua terasa lebih berarti? seakan-akan aku tak pernah peduli, seakan-akan aku tak pernah mau tau, sekan-akan aku tak memiliki rasa perhatian. Bagiku sudah cukup seperti ini, cukup aku dan kamu tanpa kita.

Kali ini aku tak kan menjelaskan tentang kesepian, atau bercerita tentang banyak hal yang mungkin sangat sulit kau pahami karena aku sudah tau, kamu sangat sulit diajak basa-basi apalagi kalau diajak bicara tentang cinta, aku yankin kamu akan memutup telinga dan membesarkan volume lagu-lagu yang bernyanyi bahkan tanpa lirik yang bisa kau terjemahkan sendiri. Aku tidak akan tega membebanimu dengan cerita-cerita absurd yang selalu kau benci. Seperti dulu saat kau bicara cinta kau malah tertawa. Seperti saat kita masih bersama, aku berkata rindu namun kau tulikan telinga.

Hanya cerita sederhana yang mungkin tak ingin kau dengar sebagai pengantar tidurmu., kamu juga tidak suka kalau kuceritakan tentang air mata bukan? Bagaimana kalau air mata ini kualihkan menjadi senyum pura-pura? Tentu saja kau tak akan melihatnya, sejauh yang aku tau , kau tidak pernah peka dan mungkin saja sifat burukmu masih sama, walaupun kita sudah lama berpisah dan tak bertatap mata.

Entah mengapa akhir-akhir ini sepi sekali. aku seperti berbisik dan mendengar suaraku sendiri. Namun aku masih saja heran dengan gelapnya malam ternyata ada banyak cerita yang sempat terlewatkan Ini tentang kita. Ah..... sekarang kamu pasti sedang membuang muka, tak ingin membuka luka lama. Akupun juga begitu tak ingin menyentuh bayangmu yang semakin samar, tak ingin menerka senyumanmu yang tak seindah dulu.

Kalau aku boleh jujur kata "DULU" begitu akrab diotak, pikiran, dan telingaku. seperti ada sesuatu yang terjadi sangat dekat, sangat mendalam, sampai-sampai mampu terhapus begitu saja oleh angkuhn ya waktu dan jarak. sudah kesekian kali aku diam-dia menyebut namamu dalam sepi dan membiarkan kenangan terbang mengikuti gelitik manja anguin, tertiup jauh dan mungkin akaan kembali, walau tak tau kapan ..

Wajah baruku bisa kau lihat sendiri, terlihat lebih baik dan lebih hangat daripada saat awal perpisahan kita. Berbicara tentang perpisahan benarkah kita telah berpisah ? benarkah kita sudah saling melupakan? jika memang ada kata "SALING" tapi mengapa hatiku masih terus ingin mengikatmu? kadang jarak bukan menjadi alasan untuk kita saling berbagi. Dalam serba ketidakjelasan aku dan kamu masih saling menjalani, menjalani sesuatu yang tidak tau harus disebut apa. Tapi katamu masih saja terus ada kata nyamanketika kembali berdekatan. Terlau tolokah jika kusebut ini dengan belahan jiwa? Keterikatan aku dan kamu tak ada status tapi napas kita, kerinduan kita memiliki denyut dan detak yang sama.

Tidak usah terlalu dibawa serius hanya beberapa rangkaian paragraf bodoh untuk menemani rasa sepi yang sudah lama sekali datang menghantui. Sejak kamu tak ada lagi disini , sejak aku dan kamu memilih jalan untuk sendiri-sendiri, aku malah lebih sering bermain dengan sepiyang sulit tuk dipungkiri.

Tatapanmu terlihat semakin serius, semakin dalam dan kamu berucap pelan-pelan. Iya, saat itu kamu dan aku menjadi kita. Indah :). Tapi masa lalu, "DULU" sudah kubilang sejak awal kan? "DULU" itu memang menyenangkan.

dan diantara tugas-tugas kampus yang membuat jemariku pegal,
dan diantara kertas-kertas yang berserakan,
aku masih merindukan kamu.  


0 comments:

Posting Komentar

 

Sekedar Guratan Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei