Senin, 21 Oktober 2013

Terus Menerus

Posted by sarah wulan dini at 23.03
Malam  ini semua tampak lebih berwarna, aku sudah melakukan banyak hal sendirian, melatih kemandirian. Mungkin kamu akan terkejut melihat perubahanku, Kamu akan menggeleng kepala lebih lama sambil mengamati gerak-gerikku, aku sudah berbeda sekarang. Atau kalau boleh dibilang, bukan hanya aku, tapi kamu juga sudah berbeda sekarang. Seiring berjalannya waktu, semua berubah tanpa persetujuan kita. Tiba-tiba saja aku sudah menjadi seperti ini dan kamu sudah tak lagi disini.
Akhirnya, ya memang akhirnya, karena tak ada lagi yang akan terulang, hari-hari yang dulu aku dan kamu lalui seperti gelembung basah yang mudah pecah. Realita berbicara lebih banyak, sementara aku dilarang bermimpi terlalu jauh, apalagi berharap semua bisa terulang lagi. Jika kita dulu begitu manis entah mengapa sekarang berubah menjadi miris. Memang persepsiku yang melebih-lebihkan segalanya, mengingat perpisahan yang terjadi tanpa sebab, sampai aku muak mengingat rasa yang kurasa tak kan pernah hilang.
Begitu banyak mimpi yang ingin kita wujudkan, kita ceritakan dengan sangat rapi disetiap bisikan malam, adakah peristiwa itu tersimpan dalam memorimu? Aku berusaha menerima, kita semakin dewasa dan semakin berubah. Tapi salahkah jika ku inginkan kamu duduk disini mendekapku sebentar dan kembali menceritakan mimpi-mimpi kita yang lebih dulu rapuh sebelum sempat terwujudkan?
Aku sudah berusaha bernapas tanpamu, nampaknya semua telah berhasil dan berjalan dengan baik. Tapi diluar dugaanku setiap malam-malam begini kamu kembali dalam ingatan, berkeliaran. Pikiranku masih menjadikanmu menjadi topik utamadan hatiku masih mau membiarkanmu berdiam lama disana. Aneh memang jika aku sering memikirkanmu yang tak pernah memikirkanku. Menyakitkan memang jika harus terus mendewakan kenangan hanya karena masa lalu terlalu kuat untuk dihancurkan.
Beginilah kita sekarang, tak lagi saling menyapa, tak lagi saling bertukar kabar. Sama seperti dulu ketika kita tak saling mengenal. Segalanya terasa asing dan kosong. Apapun yang kita lakukan dulu seperti terhapus begitu saja oleh masa, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Sejak saat itu juga jantung kita tak lagi mendenyutkan rasa yang sama.
Dengarkan aku. Inilah kita sekarang berusaha melupakan yang disebut kenangan, berusaha melewatkan ketakutan yang disebut perpisahan. Siapa yang melupakan lebih dulu tak menjamin semua akan benar-benar hilang.
Aku punya Kejutan untukmu, sekarang aku sudah menjadi mahasiswa dan mendapatkan IP yang lumayan memuaskan seperti impianku yang sering kuceritakan padamu. Adakah kejutan yang akan kau tunjukkan padaku selain cerita tentang pacar barumu? 


0 comments:

Posting Komentar

 

Sekedar Guratan Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei