Kemarin
malam aku melihat bintang, bintang yang paling dekat dengan bulan. Dulu kamu
bilang, “Kalau kamu kangen aku, lihat saja bintang itu“ .
Aku dan kamu jauh, aku di kota siapapun ingin kesini. Kamu di kota siapapun harus tanya berkali-kali untuk sampai kesana. Tapi pandangan kita selalu sama, bintang yang terdekat dengan bulan.
Aku dan kamu jauh, aku di kota siapapun ingin kesini. Kamu di kota siapapun harus tanya berkali-kali untuk sampai kesana. Tapi pandangan kita selalu sama, bintang yang terdekat dengan bulan.
Malam
ini mendung, jadi ga keliatan tuh bintang kita. Lagian…kamu udah “ga’ ada”, mungkin
itu salah satu alasan bintang kita hilang malam ini. Mudah-mudahan kamu masih
bisa liat bintang kita yah di alam kamu sana. Aku baca di situs luar, katanya
orang yg udah meninggal nyawanya pada tinggal dibulan, bener ga sih? Kan ga ada
udara, berarti SMS juga ga bisa dong?
Sayang…seandainya
kamu masih ada bersamaku, tanggal 10 Oktober besok genap 8 tahun kita jadian. Tahun
pertama kamu traktir aku makan bakso di pinggir sekolah kita. Tahun selanjutnya
juga disana, selalu kamu yang bayar, hehe.
Sayang…..aku
rindu senyuman kecil dibibir kamu, aku rindu genggaman tanganmu saat ada cicak
mau deket-deket kaki kamu, aku rindu bisikan halus kamu ditelinga ku, bisikan
yang selalu kamu ulangi.
Aku
tak akan lupakan kata-kata mesramu itu. Bahkan sampai terakhir kamu hembuskan
nafas terakhirmu. Kamu berbisik lirih, ”Sayang Kapan Sih Kamu Mau Berubah, Aku
Capek….”. Itu adalah kata-kata terakhirmu yang aku ingat, mungkin sampai
sekarang akau masih punya janji dengan mu untuk merubah sifat kekanak-kanakan
ku.
Aku
masih rindu dengan mu. Aku masih mengingatmu. Dan akan selalu seperti itu.




0 comments:
Posting Komentar