Ketika itu hujan masih
membasahi bumi, aromanya yang khas menghanyutkan ku dalam sebuah lamunan.
Lamunan tentang dirimu yang kucinta, andai sekarang kau masih ada disampingku, akan
kucurahkan semua rasa rinduku ini. Banyak
sekali yang ngin aku ceritakan padamu, tentang kerinduan, tentang aku dan kamu.
Tapi itu semua tak kan mungkin lagi, kau telah pergi meninggalkan ku dengan
sejuta rasa, tuk selamanya.
Walau
kamu telah pergi, tapi cintamu masih melekat dalam hatiku, dan akan ku jaga sampai
kapanpun. Kamu seorang yang sangat ku sayang, engkau hadir di saat aku butuh
cinta. Kau telah berikan cinta yang sesungguhnya, bagaimanapun kau adalah yang
terindah.
Dan
inilah kisahku,
Adi,
sebuah nama yang sangat ku rindukan,pertemuanku dengan adi adalah sebuah
takdir, yang telah tuhan rencanakan. Saat itu hujan turun dengan sangat
lebatnya, yang harus membuatku lama menunggu disekolah, pada waktu itu tanggal
5 september 2006, waktu menunjukkan pukul 18.00 tapi hujan tak juga reda.
Dari
situlah awal perkenalanku dengan adi, dia adalah teman sekelasku, kebetulan dia
juga sedang menunggu hujan reda, karena sama-sama menunggu hujan reda akhirnya kita
ngobrol dan bercanda-canda 'tuk menghilangkan rasa jenuh.
"Hai,
sudah lama disini?" Adi yang mengawali pembicaraan.
"Hmm yah begitulah. Kamu sendiri ngapain disini? Bukannya kamu tadi sudah pulang?", jawabku
"Iya memang tadi aku sudah pulang, tapi tadi jaket ku ketinggalan, yah jadi aku balik lagi. eh hujan dateng yah jadi aku nunggu, sekalian nunggu kamu, hehehee"
"Hmm yah begitulah. Kamu sendiri ngapain disini? Bukannya kamu tadi sudah pulang?", jawabku
"Iya memang tadi aku sudah pulang, tapi tadi jaket ku ketinggalan, yah jadi aku balik lagi. eh hujan dateng yah jadi aku nunggu, sekalian nunggu kamu, hehehee"
Obrolan
yang mengasikkan itu ternyata membuat kami tidak sadar kalau hujan sudah reda
dari tadi , dan bertukar no hp menjadi obrolan terakhir kita. Aku
beranjak meninggalakan adi, karena aku tak mau kemalaman sampai rumah.
Ketika
sampai dirumah, aku rebahkan tubuhku, dan ku dikagetkan dengan dering sms dari
adi, "Selamat malam ya Sar. Semoga malam ini membuatmu indah, sebagai
pengantar tidurmu aku kirimkan ucapan ku ini, good night :)" dari Adi
Sms itu membuatku
tersenyum , dan segera ku kirim balasan untuknya, "Selamat malam, Di. Terima kasih udah nemenin aku, night too :p" dari Sarah
Entah
kenapa malam itu terasa begitu indah, belum pernah kurasakan hatiku setenang
itu, bayangan adi selalu dalam fikirku sampai aku tertidur
Hari
demi hari hubunganku begitu dekat dengannya , sampai suatu ketika tanggal 10
oktober 2006 ia mengungkapkan perasaannya, "Sar, aku ingin ngomong
sesuatu"
"Iya,
kenapa? Emang kamu mau ngomong apa?"
"Jujur Sar, at my first
sight of you, I feel something different in yourself. Your smile, your face
always in my mind. Tapi aku sempet berpikir kalau ini hanya rasa sesaat ku aja,
tapi semakin aku kenal kamu, aku yakin bahwa.. Bahwa.."
"Bahwa apa Di? Kenapa
jadi gugup gitu?"
"Yah, gimana yah? Yaah bahwa aku suka sama kamu bukan hanya sekedar berteman aja".
Ya Allah
betapa bahagianya aku saat itu, kau telah kirimkan dia yang telah lama aku
harapkan hadir dalam hatiku, aku selalu mangharapkan kata-kata itu muncul darimu.
"HAH? Kamu bercanda yah?"
"Aku serius sar, I'm
fall in love with you, I think this is the best time, will you be my girlfriend?". Aku lihat keseriusan nampak diraut wajahnya, dan aku putuskan tuk
menerimanya menjadi pacarku.
Hari-hari terus berjalan,
sampai pada suatu malam, ketika ia ingin mengantarku ke tempat les ku, hari itu
menjadi hari yang sangat menyedihkan untukku.
Malam itu adalah malam rabu,
dan ia begitu manjanya denganku. Diperjalanan dia berkata, "Pegangan yang
erat yah, aku mau ngebut nih",
"Jangan
ngebut2 aku takut, pelan-pelan aku belom mau mati bareng kamu!!" jawabku
"Udah gapapa
sekali-sekali aja"
Dan saat itu aku menuruti
kemauannya, dan itu adalah hal yang membuatku menyesal dengan perkataanku juga
karena tidak dapat mencegahnya dan berbicara seperti itu. Beberapa saat kemudian ada mobil kijang di tikungan dengan kecepatan
standard , dan Adi tidak bisa mengendalikan motornya. Akhirnya dia banting
stang ke kanan, aku dan Adi jatuh, kepala Adi jatuh membentur batu dengan cukup
keras, dan dada nya terkena stang motornya, aku terpental jauh dengannya,
bahuku retak, darah dan tanah sudah mengotori bajuku, aku mencoba bangun tuk
melihat kondisi Adi, tapi aku merasa pusing akhirnya aku tak sadarkan diri.
Ketika aku membuka mata, aku sudah berada di rumah sakit, dan aku mendapat
kabar kalau Adi sudah tidak ada.
Astaghfirullah,
aku tidak percaya dan perasaanku campur aduk. Kehancuran yang sangat mendalam
setelah mengetahui berita ini, derai air mata jatuh begitu saja dan aku tidak tau
apa yang harus aku lakukan.
Inilah
hidup penuh dengan permainan, disaat kebahagiaan itu datang, sang kehancuran
datang mengiringi. Aku begitu terpukul karena kepergianmu di, bagiku ini cobaan
terberat, aku tak kuasa menahan air mataku.
Untuk my first love,
tenanglah engkau disana. Sampai ajal menjemputku dan kita kan bahagia di
akhirat nanti.
Tunggu aku disurga




0 comments:
Posting Komentar